Lizaradityo’s Weblog

Masukan dari Januari 2008

SAMPAH KITA DIBUANG KEMANA?

Januari 26, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sampah yang kita buang setiap hari seolah-olah tidak pernah jadi masalah, begitu keluar dari rumah kita rasanya persoalan beres. Tapi pernahkah anda berpikir kemana larinya sampah yang diangkut dari tempat sampah kita? pasti jawabannya TPA! betul, setelah itu kemana? Sampah organik akan busuk dan hancur di TPA. Bagaimana dengan sampah non organik?

Biasanya ada kelompok pemulung (yang seharusnya kita berterimakasih kepada mereka) yang memunguti dan mengelompokkan sampah tersebut kemudian mereka menyalurkan ke penampung sesuai dengan jenisnya.

Sampah plastik didaur ulang menjadi bijih plastik, kertas dan kardus juga demikian, tapi bagaimana (sekali lagi pertanyaan yang sama) dengan sampah elektronik? bagaimana cara mendaur ulangnya? dimanfaatkan untuk apa?

Banyak perusahaan yang menyebut dirinya pendaur ulang limbah elektronik. Tapi pada kenyataannya mereka tidak mendaur ulang sampah tersebut, tetapi hanya menyalurkan ke perusahaan pengumpul berskala internasional yang kemudian akan mengirim seluruh sampah yang terkumpul ke negara-negara dunia ketiga (China, India, Pakistan, negara-negara Afrika). Dimana sampah tersebut akan dipilah-pilah perbagian yang masih dapat dimanfaatkan kembali.

Sampah elektronik (e-waste) dalam jumlah raksasa pada awal taun 1900-an banyak dikirim ke China, untuk kemudian didaur ulang. Tapi tahun 2000 pemerintahnya melarang impor sampah elektronik tersebut. Karena proses pengolahannya ternyata sangat buruk akibatnya bagi kesehatan. Sampah elektronik mengandung begitu banyak unsur logam yang hanya bisa dilepas dari perlekatannya dengan perlakuan yang membahayakan lingkungan dan kesehatan. Misalnya, untuk melepas bagian emas dari motherboard PC sebuah komputer, digunakan asam dengan konsentrasi yang tinggi. Melepaskan timah dari kabel dilakukan dengan pembakaran, menimbulkan asap tebal yang mengandung berbagai residu bersifat kaustik dan karsinogenik. Bahkan bahan penahan panas yang biasa disebut PBDE (polybrominated Diphenyl ether) akan menyebabkan kecacatan pada janin meskipun teresorbsi dalam jumlah yang sangat rendah.

Bahan-bahan ini akan mencemari tanah dan lingkungan sekitar sehingga konsentrasi dioksin menjadi sangat tinggi. Dengan perlahan namun pasti mereka yang terlibat dan keluarganya yang tinggal disekitarnya menunjukan gejala pergeseran penyakit dan kecacatan.

Berikut gambaran bahan-bahan  dari sampah elektronik yang dapat menyebabkan resiko kesehatan.

TIMAH : Bersifat racun bagi syaraf, ginjal dan sistem reproduksi. Paparannya yang sangat rendahpun dapat          menyebabkan  kerusakan mental pada anak-anak.

PVC    : hasil pembakarannya menjadi abu dengan kadar dioksin yang sangat tinggi dan bersifat racun bagi makhluk hidup.

PENAHAN API DENGAN BROMIN : kelompok senyawa ini dapat menyebabkan kelainan tyroid dan kecacatan janin.

BARIUM : mengakibatkan kelemahan otot, gangguan pernafasan, labung dan usus, ketidakstabilan tekanan darah.

KROMIUM  dan BERILIUM : bersifat karsinogenik untuk pernafasan.

MERKURI : bahan ini dapat melalui ASI dari sang ibu ke bayinya dan mengakibatkan cacat janin dan kemunduran mental anak-anak. Gangguan pada otak dan ginjal.

KADMIUM : bersifat karsinogenik dan menyebabkan gangguan pada ginjal dan tulang.

Semua bahan ini bertambah setiap tahunnya dan mengotori bumi, karena secara kasat mata, setiap tahunnya HANYA dari Aerika saja 30 -40 juta PC dikubur di negara-negara tersebut. Belum lagi televisi, handphone.  Berapa banyak lagi negara yang harus jadi kuburan e-waste? kalau sebagian besar bumi ini adalah negara berkemban, berarti sebagian besar bumi ini akan teracuni oleh bahan-bahan tersebut.

Barangkali beberapa puluh tahun lagi melihat anak sehat dan berkembang alami,hanya jadi impian…..Hiiiih ngerinya….!!!

Za//41//40/366

Bahan : National Geographic Indonesia – Januari 2008.  

Kategori: Tahukah Anda · Umum