Lizaradityo’s Weblog

Masukan dari Februari 2008

Pertolongan Pertama pada Epilepsi (AYAN)

Februari 24, 2008 · & Komentar

Ayan, atau menurut bahasa medis disebut dengan EPILEPSI. Adalah serangan mendadak kepada seseorang dalam bentuk kejang dan kemudian tidak sadarkan diri. Hal ini disebabkan adanya impuls elektrolit yang tidak wajar dalam otaknya, karena sesuatu yang belum bisa terjabarkan. Keadaan ini tentunya membuat orang disekitarnya kaget dan bereaksi menjauh. Jangan!!. Segera berikan pertolongan karena keterlambatan pertolongan dapat berakibat fatal pada penderita.

Ada dua jenis serangan yang terjadi pada penderita, yaitu : Grand mal atau serangan besar dan petit mal atau serangan kecil/ringan.

GRAND MAL

Dalam keadaan ini penderita tiba-tiba jatuh ke lantai (yang dapat menyebabkan cedera) kejang-kejang kemudian berangsur-angsur berkurang, melemah dan akhirnya tertidur. Bahaya serangan ini antara lain :

Luka, perhatikan posisi jatuh apakah ada patah tulang, luka terbuka dan berdarah, apakah ada benturan kepala yang cukup keras dan dapat mengakibatkan gegar otak, atau terkilir dan memar.

Tersedak oleh muntahannya sendiri karena pada saat serangan biasanya penderita mengeluarkan air liur yang banyak dari dalam mulutnya kadang-kadang disertai muntahan.

Terpotong lidah, Kekejangan yang terjadi dapat menyebabkan rahang terkatup rapat dan menggigit lidah.

Tindakan yang pertama dilakukan adalah amati posisi jatuh, bila tidak ada luka balikkan atau miringkan posisi badannya agar tidak tersedak, gigitkan sendok atau gumpalan serbet agar lidah tidak tergigit, jauhkan benda-benda yang membahayakan dari sekitarnya, jauhkan dari sungai, danau, atau laut. Yang terpenting adalah jangan menahan gerakan kejangnya, hal ini dapat menimbulkan cedera otot atau tulang pada penderita. Setelah serangan menghilang, biarkan dia tertidur tanpa terganggu, bila mungkin bawalahke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut.

PETIT MAL

Pada kondisi serangan ringan penderita biasanya tidak sampai terjatuh, walaupun kehilangan seluruh kesadarannya. Berlangsung sekitar 10 – 15 detik. Penderita biasanya hanya terdiam dengan wajah kosong, dan tidak mendengar apapun. Kondisi ini akan hilang setelah usia remaja.

Tindakan pertama yang dilakukan bila terjadi serangan adalah membuat penderita nyaman dan kemudian membiarkan tertidur tanpa terganggu. Biasanya tidak memerlukan perawatan khusus, kecuali bila ada luka bawalah ke RS atau klinik terdekat untuk perawatan lebih lanjut.

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · kesehatan

Pertolongan Pertama pada Luka Bakar

Februari 22, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kecelakaan dapat terjadi dimana saja, bahkan di dalam rumah, yang kita rasa aman sekalipun. Kejadian yang sering terjadi antara lain adalah tersiram air panas.

Secara medis, apabila terjadi luka bakar, segera singkirkan sumbernya dan dinginkan dengan air mengalir atau air dingin, dan jangan sekali-sekali mengoleskan salep ataupun krim atau memencet setiap lepuh yang timbul pada luka bakar tersebut. Apabila terjadi karena terbakar api (luka bakar kering), langkah pertama adalah buang semua bagian pakaian yang menutupi luka dengan gunting, kecuali bagian yang melekat dikulit jangan diangkat paksa. Biarkan daerah terbakar dibawah air mengalir selama kira-kira 10 menit. kemudia bila mungkin balut atau tutupi luka agar tidak terkontaminasi kotoran, dan segera bawa ke RS terdekat untuk mendapat pertolongan lengkap.

Sementara, berdasarkan pengalaman rekan-rekan yang sering berada di lapangan dan jauh dari RS, pertolongan pertama yang cukup baik adalah menggunakan sabun colek halus (tanpa butir). Bila terjadi luka bakar basah yang menimbulkan lepuh tampa luka terbuka, segera  oleskan sabun colek ke bagian yang melepuh.Maka sang korban akan merasa rasa sakit yang dideritanya akan berkurang banyak. Selanjutnya segera cari tenaga medis atau RS terdekat untuk mendapat pertolongan lengkap.

Za//41/65/366 

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · kesehatan

Mesir Kuno adalah jajahan Afrika

Februari 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mesir (kuno) sebagai negeri berperadaban unggul dengan karya-karya adi luhungnya sejak sebelum abad 2000 SM, mengalami kemunduran yang membuat porak poranda seluruh negeri pada 700 SM.

Sampai pada tahun 730 SM Raja Piye penguasa Nubia, Afrika (saat ini Sudan) yang secara resmi menyatakan diri sebagai penguasa dua negeri yaitu Nubia dan Mesir, merasa gerem dan membawa pasukan perang terbaiknya untuk menggempur Mesir. Sang Raja Piye mengaku dirinya adalah pewaris tradisi spiritual Mesir dari para Firaun seperti Ramses II dan Thutmose III. Hal ini dibuktikan dengan perintahnya untuk melakukan upacara menyucikan diri di Sungai Nil, kepada para prajuritnya, sebelum mereka maju ke medan perang. Kemudian berpakaian linen halus dan memercikan tubuhnya dengan air suci dari Kuil di Karnak yang merupakan Kuil suci Dewa Matahari berkepala domba, yang diyakini Piye sebagai dewa pendamping pribadinya.

Setahun berperang, para panglima perang Mesir dan pemimpinnya takluk termasuk Ternakht panglima perang delta sungai Nil yang terkenal perkasa. Melalui utusannya dia memohon, “berbelaskasihanlah..! Hamba tak dapat menatap wajah Paduka selama beberapa hari hina dina; hamba tak tahan di depan kobaran api paduka, hamba takut pada keagungan paduka” Kemudian sebagai ganti nyawa mereka, Sang Raja Piye beribadah ke kuil dan mengantongi adiratna, serta mengambil alih kuda-kuda terbaik mereka, lalu memerintahkan seluruh pasukan untuk berkemas dan kemudian kembali ke Nubia dan tak pernah kembali lagi.

Setelah wafat pada 715 SM, Piye dimakamkan dalam sebuah piramida bergaya Mesir. Piye disebut sebagai Firaun hitam pertama, kemudian diikuti oleh beberapa firaun hitam yang memerintah Mesir selama hampir seperempat abad.

Gambaran sejarah ini ditemukan pada berbagai artefak kuno yang banyak tersimpan dalam piramida-piramida yang banyak tersebar di gurun Sudan, sebagai bukti keluhuran budaya Afrika dimasa lalu. Tapi diabaikan sebagai bagian dari sejarah dunia.

Za//41 /63/366

bahan :National Geographic Indonesia edisi Februari 2008

Kategori: Tahukah Anda · Umum

Teknologi Perawatan Gigi Terbaru

Februari 3, 2008 · 1 Komentar

Perawatan gigi adalah sesuatu yang mengerikan buat sebagian besar orang, baik dewasa apalagi anak-anak.
  • Rasa sakit yang hebat menyerang saat sakit gigi
  • Informasi yang tidak benar mengenai perawatan gigi
  • Mitos tidak sopan bila membuka mulut lebar-lebar sehingga menimbulkan rasa malu dan sungkan memperlihatkan rongga mulut kepada orang lain
Ditambah lagi
  • Ruang kerja dengan unit gigi berkesan sebagai kursi panas
  • Perlengkapan atau peralatan metal yang berkesan “dingin”
  • Dokter gigi yang berpenampilan kakudan tidak informatif
adalah hal-hal yang menyebabkan kondisi tersebut.
Sementara, dengan derasnya arus informasi melalui berbagai media, pergerakan ekonomi – manusia – dan komunikasi yang menjadikan bumi ini demikian sempit, telah mendorong orang untuk lebih memperhatikan penampilan secara utuh, sehat lahir bathin yang terlihat jelas dari kesan pertama, yaitu senyum yang sehat.
Menilik hal-hal tersebut dalam sepuluh tahun terakhir ini telah hadir metode terbaru perawatan klinik gigi di Indonesia, yaitu dengan teknologi Laser.
laser-kerja-1.jpg
Laser adalah cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang dapat digunakan sebagai alat pemotong, baik itu jaringan lunak maupun jaringan keras seperti tulang dan gigi.
Keistimewaan metode ini adalah, karena laser merupakan cahayaapikoektomi-1.jpg atau energi yang dapat membakar, maka tindakan bedah dapat dilakukan dengan lebih sederhana tanpa anastesi dan hanya sedikit menyebabkan perdarahan. Dengan kata lain, perawatan dengan laser adalah perawatan yang “no pain, no blood and no shoot”.
Disamping itu, dengan sifat membakarnya, laser dapat membunuh bakteri yang tersembunyi di saluran akar, sehinggalaserworks2.jpg perawatan saluran akar yang semestinya dilakukan dalam beberapa kali kunjungan dipersingkat menjadi satu kali kunjungan saja.
Dengan demikian, hal-hal mengerikan yang selalu membayangi perawatan gigi terhapus tuntas.
Jadi kalau takut ke dokter gigi konvensional, silahkan datang ke klinik gigi laser, yang sudah ada di kota-kota besar Indonesia.
ZA//41/50/366

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · kesehatan