Lizaradityo’s Weblog

Mesir Kuno adalah jajahan Afrika

Februari 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mesir (kuno) sebagai negeri berperadaban unggul dengan karya-karya adi luhungnya sejak sebelum abad 2000 SM, mengalami kemunduran yang membuat porak poranda seluruh negeri pada 700 SM.

Sampai pada tahun 730 SM Raja Piye penguasa Nubia, Afrika (saat ini Sudan) yang secara resmi menyatakan diri sebagai penguasa dua negeri yaitu Nubia dan Mesir, merasa gerem dan membawa pasukan perang terbaiknya untuk menggempur Mesir. Sang Raja Piye mengaku dirinya adalah pewaris tradisi spiritual Mesir dari para Firaun seperti Ramses II dan Thutmose III. Hal ini dibuktikan dengan perintahnya untuk melakukan upacara menyucikan diri di Sungai Nil, kepada para prajuritnya, sebelum mereka maju ke medan perang. Kemudian berpakaian linen halus dan memercikan tubuhnya dengan air suci dari Kuil di Karnak yang merupakan Kuil suci Dewa Matahari berkepala domba, yang diyakini Piye sebagai dewa pendamping pribadinya.

Setahun berperang, para panglima perang Mesir dan pemimpinnya takluk termasuk Ternakht panglima perang delta sungai Nil yang terkenal perkasa. Melalui utusannya dia memohon, “berbelaskasihanlah..! Hamba tak dapat menatap wajah Paduka selama beberapa hari hina dina; hamba tak tahan di depan kobaran api paduka, hamba takut pada keagungan paduka” Kemudian sebagai ganti nyawa mereka, Sang Raja Piye beribadah ke kuil dan mengantongi adiratna, serta mengambil alih kuda-kuda terbaik mereka, lalu memerintahkan seluruh pasukan untuk berkemas dan kemudian kembali ke Nubia dan tak pernah kembali lagi.

Setelah wafat pada 715 SM, Piye dimakamkan dalam sebuah piramida bergaya Mesir. Piye disebut sebagai Firaun hitam pertama, kemudian diikuti oleh beberapa firaun hitam yang memerintah Mesir selama hampir seperempat abad.

Gambaran sejarah ini ditemukan pada berbagai artefak kuno yang banyak tersimpan dalam piramida-piramida yang banyak tersebar di gurun Sudan, sebagai bukti keluhuran budaya Afrika dimasa lalu. Tapi diabaikan sebagai bagian dari sejarah dunia.

Za//41 /63/366

bahan :National Geographic Indonesia edisi Februari 2008

Kategori: Tahukah Anda · Umum

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar