Ayan, atau menurut bahasa medis disebut dengan EPILEPSI. Adalah serangan mendadak kepada seseorang dalam bentuk kejang dan kemudian tidak sadarkan diri. Hal ini disebabkan adanya impuls elektrolit yang tidak wajar dalam otaknya, karena sesuatu yang belum bisa terjabarkan. Keadaan ini tentunya membuat orang disekitarnya kaget dan bereaksi menjauh. Jangan!!. Segera berikan pertolongan karena keterlambatan pertolongan dapat berakibat fatal pada penderita.
Ada dua jenis serangan yang terjadi pada penderita, yaitu : Grand mal atau serangan besar dan petit mal atau serangan kecil/ringan.
GRAND MAL
Dalam keadaan ini penderita tiba-tiba jatuh ke lantai (yang dapat menyebabkan cedera) kejang-kejang kemudian berangsur-angsur berkurang, melemah dan akhirnya tertidur. Bahaya serangan ini antara lain :
Luka, perhatikan posisi jatuh apakah ada patah tulang, luka terbuka dan berdarah, apakah ada benturan kepala yang cukup keras dan dapat mengakibatkan gegar otak, atau terkilir dan memar.
Tersedak oleh muntahannya sendiri karena pada saat serangan biasanya penderita mengeluarkan air liur yang banyak dari dalam mulutnya kadang-kadang disertai muntahan.
Terpotong lidah, Kekejangan yang terjadi dapat menyebabkan rahang terkatup rapat dan menggigit lidah.
Tindakan yang pertama dilakukan adalah amati posisi jatuh, bila tidak ada luka balikkan atau miringkan posisi badannya agar tidak tersedak, gigitkan sendok atau gumpalan serbet agar lidah tidak tergigit, jauhkan benda-benda yang membahayakan dari sekitarnya, jauhkan dari sungai, danau, atau laut. Yang terpenting adalah jangan menahan gerakan kejangnya, hal ini dapat menimbulkan cedera otot atau tulang pada penderita. Setelah serangan menghilang, biarkan dia tertidur tanpa terganggu, bila mungkin bawalahke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut.
PETIT MAL
Pada kondisi serangan ringan penderita biasanya tidak sampai terjatuh, walaupun kehilangan seluruh kesadarannya. Berlangsung sekitar 10 – 15 detik. Penderita biasanya hanya terdiam dengan wajah kosong, dan tidak mendengar apapun. Kondisi ini akan hilang setelah usia remaja.
Tindakan pertama yang dilakukan bila terjadi serangan adalah membuat penderita nyaman dan kemudian membiarkan tertidur tanpa terganggu. Biasanya tidak memerlukan perawatan khusus, kecuali bila ada luka bawalah ke RS atau klinik terdekat untuk perawatan lebih lanjut.
14 tanggapan so far ↓
fafaahmad // Mei 19, 2008 pada 1:27 am |
Artikel seperti inilah yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih anda bersedia sharing dengan kita semua. Saya dengar kalau di luar negeri hal-hal seperti ini diajarkan semenjak dini di sekolah, sehingga setiap individu siap dengan hal-hal yang tidak terduga seperti ini, dan sigap untuk menolong.
lizaradityo // Mei 22, 2008 pada 7:19 am |
terimakasih atas tanggapannya. Kalau punya pertanyaan dan atau tips lain silahkan bergabung.
Salam.
effendisusanto // Juli 2, 2008 pada 2:05 am |
wah..praktis nich..tadi lagi browsing2 nyari tentang epilepsi nemu simple answer di blog ini..thanks ya :p
Tir Mcdohl // September 2, 2008 pada 5:11 pm |
Ntu klo nyang sampe be’busa t’masuk grand mal y. Pertolongan p’tama supaya busa dari mulutnya ilang g’mana. Q butuh info lengkapnya tentang pertolongan pertama pada kejang -kejang n be’busa. selengkap nyang kamyu bisa. K’lo gak terlalu ngerepotin kirimin ke “SoulEater.Rune@yahoo.com” y. Thx
lizaradityo // Oktober 6, 2008 pada 8:23 pm |
Busa yang keluar dari mulut sebenarnya adalah air liur yang berlebihan dan karena getaran kejang jadi berbuih. Miringkan posisi wajahnya agar penderita tidak tersedak.
Tengkyu,
ZA
lizaradityo // Oktober 6, 2008 pada 8:25 pm |
Mas Effendi,
Terimakasih kembali. Mudah-mudahan bermanfaat.
Lidya // Februari 12, 2009 pada 7:25 am |
apakah penderita kalo lagi kejang boleh dipijit kepalanya? untuk membantu relaksasi otot.
terima kasih.
lizaradityo // Maret 17, 2009 pada 2:10 am |
Terimakasih komentarnya.
Pemijitan kepala berarti kita menahan atau memaksakan otot ke arah/posisi tertentu, Sebaiknya dihindari saja. Yang paling penting adalah mencegah terjadi kerusakan/sakit/kecelakaan karena ketidaksadaran penderita.
Mudah-mudahan manfaat….
nenden // Maret 3, 2009 pada 1:37 pm |
terima kasih sekali, infonya sangat berguna. Kebetulan ada teman ktr yg mengidap penyakit ini. Kalo boleh info mengenai penyebab serangan (kumat). Apakah krn stres? Krn teman saya ini kok sering kumat, seminggu bisa 3-4 kali jatuh di ktr. Trims sebelumnya
lizaradityo // Maret 17, 2009 pada 2:07 am |
Terimakasih atas komentarnya.
“Kumat” atau serangan samapai 3-4 kali dalam seminggu termasuk kondisi yang bisa dibilang tidak terkontrol. Mungkin penderita tidak rutin makan obat dan kontrol ke dokter untuk menanganinya. Tapi, diluar hal tersebut, kondisi yang paling sering menyebabkan kumat adalah ketegangan dan kondisi kesehatan yang kurang baik.
Kita sebagai teman, selain perlu siap sedia menolong disaat serangan, ada baiknya mengingatkan dia untuk makan obat secara teratur dan kontrol ke dokter.
Mudah-mudahan manfaat ya….
inesz // April 7, 2009 pada 3:08 am |
makasih banyak atas infonya,sangat membantu karena saudara saya sendiri terkena penyakit ini.
edi // April 20, 2009 pada 8:36 pm |
terima kasih artikelnya, ngomong2 ada ga ya referensi tentang apakah harus mengganjal gigi dengan sesuatu atau dibiarkan saja, yg penting dijaga dari bahaya?
Krn di ruangan ini lagi ada perdebatan antara yang setuju dan tidak setuju thdp ganjal menganjal mulut penderita ayan.
makasih ya…..
lizaradityo // April 27, 2009 pada 3:07 pm |
kalau mungkin sebaiknya diganjal supaya tidak menggigit lidah. tapi harus dengan alat yang cukup besar, karena daripada tersedak dengan alat pengganjal yang terlalu kecil leboih baik tidak…
umi jibril // Juni 16, 2009 pada 2:11 pm |
Tq artikelnya, karena teman saya juga menderita penyakit ini. Tapi adakah obat herbal untuk penyakit ayan? kalau ada, dimana bisa diperoleh?
Tq.