Mimisan atau keluarnya darah dari hidung sering terjadi terjadi pada anak-anak bahkan dewasa. Penyebabnya dapat bermacam-macam, mulai karena reaksi alergi sampai karena benturan atau trauma benda tumpul.
Bila mimisan terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan suhu, debu atau lainnya.
Rebahkan penderita dalam posisi kepala datar dengan tubuh. Siapkan segulung kapas atau tissue, dan masukan ke lubang hidung yang mengeluarkan darah. Ambil cairan aman yang berbau menyengat seperti cologne, atau yang hampir pasti ada di rumah bisa menggunakan cuka. Teteskan pada segulung kapas dan hirupkan pada lubang hidung yang mengeluarkan darah beberapa kali. Reaksi faali sensor penciuman akan segera menciutkan pembuluh darah yang pecah. Dengan demikian mimisan akan berhenti dengan sendirinya.
Bila mimisan terjadi karena benturan atau trauma benda tumpul
Langkah pertama adalah amati bahwa tidak ada patah pada area tulang hidung. bila ada luka terbuka disekitar hidung tutup dan tekan menggunakan kassa steril terlebih dulu agar perdarahan terlokalisir. Siapkan kapas gulung dan masukan kedalam lubang hidung yang berdarah, dan tekan cuping hidung dari luar. Bila perdarahan mulai berkurang, berikan kapas yang sudah ditetesi cologne atau cuka seperti di atas. Bila kebetulan kita berada dekat apotik, mintalah sebotol kecil adrenalin, dan teteskan pada gulungan kecil kapas, kemudian tekankan pada area luka dan bagian hidung yang berdarah untuk menghentikan perdarahan. Bawa penderita sesegera mungkin ke RS atau klinik terdekat untuk perawatan lebih lanjut.
Catatan :
Gumpalan darah yang keluar seringkali jatuh kedalam kerongkongan dan membuat penderita mual dan muntah. Untuk menghindarinya, miringkan wajah penderita (dalam posisi berbaring) setelah perdarahan mulai berkurang.
Kategori: Tidak terkategori
Orang Tua yang masih punya balita, dan anak-anak usia dibawah 14 tahun, harus selalu siaga untuk menghadapi kondisi sakit yang datang tiba-tiba. Apalagi pada masa perubahan musim, yang dikenal dengan istilah musim pancaroba. Cuaca panas terik bisa seketika berubah menjadi hujan deras yang mengakibatkan banjir. Atau hujan berhari-hari dalam sekejap ditimpa panas terik selama seminggu penuh tanpa ampun.
Gejala yang paling mudah terdeteksi pada anak-anak adalah suhu tubuh yang meningkat secara signifikan, atau demam. Sangat disarankan untuk selalu menyediakan obat turun panas yang aman bagi anak-anak. Untuk dosis konsultasikan ke dokter umum terdekat.
Bagaimana kalau demam dialami anak-anakĀ pada saat tengah malam dan keadaan tidak memungkinkan kita membawa si kecil segera ke Rumah Sakit atau klinik terdekat?
Bila suhu tubuh si Kecil naik, JANGAN kenakan pakaian berlebihan dengan mantel tebal dan atau selimut. Kenakan pakaian tipis yang menyerap keringat. Panas yang berlebihan dibalik pakaian tebal dapat meningkatkan suhu tubuh. Berikan obat penurun panas yang siap di rumah. Hati-hati !!!! Suhu tubuh lebih dari 40 derajat C dapat menyebabkan kejang yang mengakibatkan kerusakan permanen pada bagian otak anak-anak !!!! Apabila terjadi demam dengan suhu lebih dari 40 derajat C. bukalah bajunya, lap seluruh tubuhnya dengan air hangat suam-suam kuku. Jangan dengan air dingin atau es!!! Kompres juga bagian atas kepalanya. Bila situasi memungkinkan buka pakaian kita dan letakan si Kecil di dada kita untuk menyerap panas tubuhnya.
Baluri telapak kaki sampai balik lutut si Kecil dengan minyak yang menghangatkan, kenakan kaus kaki untuk tetap menjaga suhu telapak kaki seimbang dengan suhu tubuh!!!!! JANGAN SAMPAI TELAPAK KAKI DINGIN DAN KEPALA PANAS !!!!! Hal ini dapat menyebabkan kejang.
Ukur setiap 30 menit sekali suhu tubuh si Kecil, dan catat juga reaksi obat yang diberikan. Bila keadaan sudah memungkinkan, segera bawa ke RS atau klinik terdekat, walaupun suhu tubuhnya sudah mulai turun. Karena pada beberapa penyakit, suhu tubuh dapat naik dan turun setiap saat.
Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · kesehatan