Lizaradityo’s Weblog

Jangan malas….cuma mencatat saja kok…

Maret 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Macam-macam kasus yang dituding sebagai kasus malpraktek ditampilkan di berbagai media. Dan seperti anda tau, media adalah penyebar informasi yang paling toooooppppp……

Saya adalah kelompok medis, bekerja sebagai tenaga medis. Sedih rasanya kalau sampai terjadi kasus malpraktek yang dilakukan oleh teman sejawat, maupun melihat kondisi penderita akibat kejadian tersebut.

Tapi….., hmmmm….sebentar…sebentar dulu….

Rasanya kita perlu menyamakan persepsi dulu mengenai istilah malpraktek ini.  Malpraktek  adalah praktek yang cacat, salah. Maksudnya adalah ada tindakan yang tidak sesuai prosedur.

Setiap tindakan dengan kasus/diagnosa tertentu, ada rangkaian prosedur penanganannya. Prosedur penanganan tersebut harus dilakukan dengan benar, KECUALI ADA HAL-HAL YANG MENGHALANGI DAN MEMAKSA DILAKUKANNYA TINDAKAN YANG LAIN. Dan untuk tindakan lainnya pun ada prosedurnya.

Prosedur-prosedur  inilah yang harus dilakukan, dan berlaku umum. Sementara setiap penderita/manusia mempunyai kondisi yang berbeda, penerimaan dan reaksi yang berbeda terhadap setiap prosedur. Sehingga setiap tenaga medis perlu memiliki “seni” untuk mensiasati perbedaan antar individu dalam melakukan perawatan. Karena itulah maka ilmu kedokteran didefinisikan sebagai Ilmu dan Seni Pengobatan. Tidak semata-mata sebagai ilmu pasti yang mutlak.

Dan sayangnya seorang tenaga medis pun masih manusia yang tidak tau semua hal tentang pasien kecuali kalau pasien tersebut bercerita.

Dari uraian diatas, jelas tergambar bahwa tenaga medis sangat membutuhkan informasi yang jelas dan benar atas keadaan pasien, sekaligus juga kerjasama yang baik dari pasien tersebut.

Informasi apa saja yang dibutuhkan ?

1. Kondisi saat itu, keluhannya, mulai terjadinyadan bagaimana, sudah diobati atau belum? jika sudah oleh siapa dan dengan apa?

Pada saat mulai terasa tidak nyaman, sebaiknya anda mencatat waktunya kondisi anda sendiri. Kemudian tarik mundur sedikit apa yangbaru atau sudah anda lakukan yang diluar kebiasaan. Misalkan hari ini anda mulai demam, maka catat jamnya, bila mungkin suhunya. Kemudian bila anda minum obat, catat nama obatnya, apa reaksi yang terjadi dan berapa lama dari saat anda minum obat.

2. Daftar dokter.

Sebaiknya anda memiliki catatan dokter mana saja yang pernah anda kunjungi, dan diberi obat apa saja. Bila ada obat yang menimbulkan reaksi alergi anda catat di daftar obat.

3. Daftar obat.

Anda bisa mendapatkan daftar obat yang tidak bisa anda konsumsi dengan menjalani test reaksi obat.  Daftar obat tesebut sangat bermanfaat bagi dokter yang sedang dan akan menangani anda. Jangan lupa tambahkan catatan anda bila ada obat baru yang tidak bisa juga anda konsumsi.

4. Tindakan operasi yang pernah dijalani dan dimana

Hal-hal tersebut diatas akan sangat membantu kita tenaga medis untuk memilihkan obat yang tepat bagi anda. Tapi hal itu saja tidak cukup kalau saran dokter/tenaga medis anda tidak dituruti. Karena sekali lagi, dokter melakukan perawatan sesuai dengan prosedur. Prosedur itu biasanya disisipkan dalam saran dan nasehat dokter. Bila dilanggar oleh penderita, berarti dokter/tenaga medis tidak lagi memiliki kontrol terhadap kondisi pasien.

Jadi….demi lancarnya perawatan dan demi kesehatan kita, jangan malas mencatat…….

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · Umum · kesehatan

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar