Lizaradityo’s Weblog

Entries categorized as ‘Sehat Praktis’

Bayi jangan terlalu banyak air putih

Juni 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ternyata minum air putih  untuk bayi bawah 6 bulan sebaiknya jangan diberikan air untuk diminum, begitu yang diingatkan oleh para ilmuwan dari John Hopkins children’s center di Baltimore kepada para orang tua.

Bayi yang kehausan membutuhkan minuman yang cukup, sayangnya minuman yang dibutuhkannya adalah  ASI (Air Susu Ibu) atau susu formula. Demikian yang dijelaskan oleh dr. Jennifer Anders, seorang ahli kegawat- daruratan anak dari John Hopkins children’s center.

Konsumsi air terlalu banyak dapat meningkatkan kondisi yang berbahaya pada bayi, atau yang disebut sebagai intoksikasi air atau keracunan air.

Kenapa??

Karena ginjal bayi belum matang, dengan memberi mereka banyak air akan menyebabkan tubuh mereka mengeluarkan natrium akibat kelebihan cairan. Kehilangan natrium dapat mempengaruhi aktifitas otak, sehingga gejala awal dari intoksikasi air adalah iritabilitas (merengek-rengek), mengantuk dan perubahan mental lainnya.

Gejala lain yang dapat muncul adalah menurunnya suhu tubuh, edema atau bengkak disekitar wajah dan kejang. Gejala awal yang muncul memang terkadang kurang jelas, sehingga orang tua baru menyadari ketika bayi mereka kejang. Namun, dengan penanganan yang cepat, gejala kejang kemungkinan tidak akan muncul.

Air sebagai minuman sebaiknya tidak diberikan bagi bayi berusia 6 bulan kebawah. Orang tua juga sebaiknya menghindari pemberian formula dengan pengenceran yang berlebihan (over-dilusi), atau minuman anak yang mengandung elektrolit. Untuk beberapa kasus, mungkin tepat dengan pemberian air dalam jumlah kecil, misalnya keadaan konstipasi (sulit BAB) dan pada saat cuaca panas, namun sebaiknya orang tua mengkonsultasikan hal tersebut terlebih dahulu dengan dokter ahli anak, dan hanya diperbolehkan memberikan 1-2 ons air pada setiap pemberiannya.

Apabila orang tua merasa bayi mereka mengalami intoksikasi air, atau ketika bayi mereka muncul kejang, sebaiknya mereka segera memberikan perhatian secara medis.

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · Umum · kesehatan

Jangan malas….cuma mencatat saja kok…

Maret 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Macam-macam kasus yang dituding sebagai kasus malpraktek ditampilkan di berbagai media. Dan seperti anda tau, media adalah penyebar informasi yang paling toooooppppp……

Saya adalah kelompok medis, bekerja sebagai tenaga medis. Sedih rasanya kalau sampai terjadi kasus malpraktek yang dilakukan oleh teman sejawat, maupun melihat kondisi penderita akibat kejadian tersebut.

Tapi….., hmmmm….sebentar…sebentar dulu….

Rasanya kita perlu menyamakan persepsi dulu mengenai istilah malpraktek ini.  Malpraktek  adalah praktek yang cacat, salah. Maksudnya adalah ada tindakan yang tidak sesuai prosedur.

Setiap tindakan dengan kasus/diagnosa tertentu, ada rangkaian prosedur penanganannya. Prosedur penanganan tersebut harus dilakukan dengan benar, KECUALI ADA HAL-HAL YANG MENGHALANGI DAN MEMAKSA DILAKUKANNYA TINDAKAN YANG LAIN. Dan untuk tindakan lainnya pun ada prosedurnya.

Prosedur-prosedur  inilah yang harus dilakukan, dan berlaku umum. Sementara setiap penderita/manusia mempunyai kondisi yang berbeda, penerimaan dan reaksi yang berbeda terhadap setiap prosedur. Sehingga setiap tenaga medis perlu memiliki “seni” untuk mensiasati perbedaan antar individu dalam melakukan perawatan. Karena itulah maka ilmu kedokteran didefinisikan sebagai Ilmu dan Seni Pengobatan. Tidak semata-mata sebagai ilmu pasti yang mutlak.

Dan sayangnya seorang tenaga medis pun masih manusia yang tidak tau semua hal tentang pasien kecuali kalau pasien tersebut bercerita.

Dari uraian diatas, jelas tergambar bahwa tenaga medis sangat membutuhkan informasi yang jelas dan benar atas keadaan pasien, sekaligus juga kerjasama yang baik dari pasien tersebut.

Informasi apa saja yang dibutuhkan ?

1. Kondisi saat itu, keluhannya, mulai terjadinyadan bagaimana, sudah diobati atau belum? jika sudah oleh siapa dan dengan apa?

Pada saat mulai terasa tidak nyaman, sebaiknya anda mencatat waktunya kondisi anda sendiri. Kemudian tarik mundur sedikit apa yangbaru atau sudah anda lakukan yang diluar kebiasaan. Misalkan hari ini anda mulai demam, maka catat jamnya, bila mungkin suhunya. Kemudian bila anda minum obat, catat nama obatnya, apa reaksi yang terjadi dan berapa lama dari saat anda minum obat.

2. Daftar dokter.

Sebaiknya anda memiliki catatan dokter mana saja yang pernah anda kunjungi, dan diberi obat apa saja. Bila ada obat yang menimbulkan reaksi alergi anda catat di daftar obat.

3. Daftar obat.

Anda bisa mendapatkan daftar obat yang tidak bisa anda konsumsi dengan menjalani test reaksi obat.  Daftar obat tesebut sangat bermanfaat bagi dokter yang sedang dan akan menangani anda. Jangan lupa tambahkan catatan anda bila ada obat baru yang tidak bisa juga anda konsumsi.

4. Tindakan operasi yang pernah dijalani dan dimana

Hal-hal tersebut diatas akan sangat membantu kita tenaga medis untuk memilihkan obat yang tepat bagi anda. Tapi hal itu saja tidak cukup kalau saran dokter/tenaga medis anda tidak dituruti. Karena sekali lagi, dokter melakukan perawatan sesuai dengan prosedur. Prosedur itu biasanya disisipkan dalam saran dan nasehat dokter. Bila dilanggar oleh penderita, berarti dokter/tenaga medis tidak lagi memiliki kontrol terhadap kondisi pasien.

Jadi….demi lancarnya perawatan dan demi kesehatan kita, jangan malas mencatat…….

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · Umum · kesehatan

Awas, Gigi dan mulut kotor adalah sumber infeksi…!!!

Desember 29, 2008 · 3 Tanggapan

Ini cerita sedih yang dipaparkan oleh Teman Sejawat drg Evvy Indriani V, SpBM… buat renungan semua…

Gugun Gondrong yang di Jakarta divonis terkena tumor otak, ternyata oleh dokter Singapore didiagnosa terkena infeksi STAPHYLOCOCCUS AUREUS, yang punya nama ini dikenal sebagai penghuni tetap karies gigi, karang gigi dan segala penyebab infeksi di rongga mulut. Bakteri ini rupanya ga betah hanya di mulut eh.. jalan2 melalui pembuluh darah dan akhirnya mangkal di jaringan otak mas Gugun..

Bergelut dengan bakteri ini kadang membuat waktu tidur saya ajrut2an karena pasien yang datang ke rumah sakit dengan gejala tumor, rubor, dolor, calor (pembengkakan, kesakitan, kemerahan dan panas) membangunkan saya tidak kenal waktu. Pikiran saya tidak tenang sebelum melihat dengan mata kepala sendiri kondisi pasien yang menurut pengalaman saya, bila tidak ditangani dengan agresif dan segera ditaklukan tuh…bakteri dengan antibiotik yang cukup adekuat… lalu dikeluarin jus alpuketnya (pinjem istilah TS. Budi Firmansyah) bakalan bisa jatuh pada keadaan shock sepsis…nah klo udah begitu bisa koma dan ga bangun2…wadow lebih runyam urusannya khan…? Kalau bisa ke Singapore seperti Gugun… lha kalau beli beras aja susah lak ya wassalam aja akhirnya…lewat…

Well kasus Gugun…membuktikan bahwa kita ndak boleh menyepelekan gigi. Gigi2 yang diperalat tiap hari disuruh kerja rodi..tanpa ampun mengunyah makanan enak…belum lagi buat nampang senyum2 tebar pesona itu harus dan mutalk dirawat bung, non…

Buat remove Staphylococus aureus dari mulut cantik kita ini, tidak ada cara lain hanya dengan menambal tuh karies dan membuang gigi2 busuknya, geraham miring sarang paling empuk karena letaknya yang mojok…ga bakalan bersih meski udah ngotot bersihin, sorry to say … hanya di buang dengan operasi… (sedikit promosi untuk kebaikan…halal khan?)

Yang pasti belajarlah dari kasus Gugun Gondrong…keep on your healthy mouth friends…ayo2 pada ke dokter gigi…(by : drg. Evy Indriani V., SpBM)

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · Umum · kesehatan

Demam

Juni 8, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Orang Tua yang masih punya balita, dan anak-anak usia dibawah 14 tahun, harus selalu siaga untuk menghadapi kondisi sakit yang datang tiba-tiba. Apalagi pada masa perubahan musim, yang dikenal dengan istilah musim pancaroba. Cuaca panas terik bisa seketika berubah menjadi hujan deras yang mengakibatkan banjir. Atau hujan berhari-hari dalam sekejap ditimpa panas terik selama seminggu penuh tanpa ampun.

Gejala yang paling mudah terdeteksi pada anak-anak adalah suhu tubuh yang meningkat secara signifikan, atau demam. Sangat disarankan untuk selalu menyediakan obat turun panas yang aman bagi anak-anak. Untuk dosis konsultasikan ke dokter umum terdekat.

Bagaimana kalau demam dialami anak-anak  pada saat tengah malam dan keadaan tidak memungkinkan kita membawa si kecil segera ke Rumah Sakit atau klinik terdekat?

Bila suhu tubuh si Kecil naik, JANGAN kenakan pakaian berlebihan dengan mantel tebal dan atau selimut. Kenakan pakaian tipis yang menyerap keringat. Panas yang berlebihan dibalik pakaian tebal dapat meningkatkan suhu tubuh. Berikan obat penurun panas yang siap di rumah. Hati-hati !!!! Suhu tubuh lebih dari 40 derajat C dapat menyebabkan kejang yang mengakibatkan kerusakan permanen pada bagian otak anak-anak !!!! Apabila terjadi demam dengan suhu lebih dari 40 derajat C. bukalah bajunya, lap seluruh tubuhnya dengan air hangat suam-suam kuku. Jangan dengan air dingin atau es!!! Kompres juga bagian atas kepalanya. Bila situasi memungkinkan buka pakaian kita dan letakan si Kecil di dada kita untuk menyerap panas tubuhnya.

Baluri telapak kaki sampai balik lutut si Kecil dengan minyak yang menghangatkan, kenakan kaus kaki untuk tetap menjaga suhu telapak kaki seimbang dengan suhu tubuh!!!!! JANGAN SAMPAI TELAPAK KAKI DINGIN DAN KEPALA PANAS !!!!! Hal ini dapat menyebabkan kejang.

Ukur setiap 30 menit sekali suhu tubuh si Kecil, dan catat juga reaksi obat yang diberikan. Bila keadaan sudah memungkinkan, segera bawa ke RS atau klinik terdekat, walaupun suhu tubuhnya sudah mulai turun. Karena pada beberapa penyakit, suhu tubuh dapat naik dan turun setiap saat.

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · kesehatan

Pertolongan Pertama pada Epilepsi (AYAN)

Februari 24, 2008 · 14 Tanggapan

Ayan, atau menurut bahasa medis disebut dengan EPILEPSI. Adalah serangan mendadak kepada seseorang dalam bentuk kejang dan kemudian tidak sadarkan diri. Hal ini disebabkan adanya impuls elektrolit yang tidak wajar dalam otaknya, karena sesuatu yang belum bisa terjabarkan. Keadaan ini tentunya membuat orang disekitarnya kaget dan bereaksi menjauh. Jangan!!. Segera berikan pertolongan karena keterlambatan pertolongan dapat berakibat fatal pada penderita.

Ada dua jenis serangan yang terjadi pada penderita, yaitu : Grand mal atau serangan besar dan petit mal atau serangan kecil/ringan.

GRAND MAL

Dalam keadaan ini penderita tiba-tiba jatuh ke lantai (yang dapat menyebabkan cedera) kejang-kejang kemudian berangsur-angsur berkurang, melemah dan akhirnya tertidur. Bahaya serangan ini antara lain :

Luka, perhatikan posisi jatuh apakah ada patah tulang, luka terbuka dan berdarah, apakah ada benturan kepala yang cukup keras dan dapat mengakibatkan gegar otak, atau terkilir dan memar.

Tersedak oleh muntahannya sendiri karena pada saat serangan biasanya penderita mengeluarkan air liur yang banyak dari dalam mulutnya kadang-kadang disertai muntahan.

Terpotong lidah, Kekejangan yang terjadi dapat menyebabkan rahang terkatup rapat dan menggigit lidah.

Tindakan yang pertama dilakukan adalah amati posisi jatuh, bila tidak ada luka balikkan atau miringkan posisi badannya agar tidak tersedak, gigitkan sendok atau gumpalan serbet agar lidah tidak tergigit, jauhkan benda-benda yang membahayakan dari sekitarnya, jauhkan dari sungai, danau, atau laut. Yang terpenting adalah jangan menahan gerakan kejangnya, hal ini dapat menimbulkan cedera otot atau tulang pada penderita. Setelah serangan menghilang, biarkan dia tertidur tanpa terganggu, bila mungkin bawalahke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut.

PETIT MAL

Pada kondisi serangan ringan penderita biasanya tidak sampai terjatuh, walaupun kehilangan seluruh kesadarannya. Berlangsung sekitar 10 – 15 detik. Penderita biasanya hanya terdiam dengan wajah kosong, dan tidak mendengar apapun. Kondisi ini akan hilang setelah usia remaja.

Tindakan pertama yang dilakukan bila terjadi serangan adalah membuat penderita nyaman dan kemudian membiarkan tertidur tanpa terganggu. Biasanya tidak memerlukan perawatan khusus, kecuali bila ada luka bawalah ke RS atau klinik terdekat untuk perawatan lebih lanjut.

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · kesehatan

Pertolongan Pertama pada Luka Bakar

Februari 22, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kecelakaan dapat terjadi dimana saja, bahkan di dalam rumah, yang kita rasa aman sekalipun. Kejadian yang sering terjadi antara lain adalah tersiram air panas.

Secara medis, apabila terjadi luka bakar, segera singkirkan sumbernya dan dinginkan dengan air mengalir atau air dingin, dan jangan sekali-sekali mengoleskan salep ataupun krim atau memencet setiap lepuh yang timbul pada luka bakar tersebut. Apabila terjadi karena terbakar api (luka bakar kering), langkah pertama adalah buang semua bagian pakaian yang menutupi luka dengan gunting, kecuali bagian yang melekat dikulit jangan diangkat paksa. Biarkan daerah terbakar dibawah air mengalir selama kira-kira 10 menit. kemudia bila mungkin balut atau tutupi luka agar tidak terkontaminasi kotoran, dan segera bawa ke RS terdekat untuk mendapat pertolongan lengkap.

Sementara, berdasarkan pengalaman rekan-rekan yang sering berada di lapangan dan jauh dari RS, pertolongan pertama yang cukup baik adalah menggunakan sabun colek halus (tanpa butir). Bila terjadi luka bakar basah yang menimbulkan lepuh tampa luka terbuka, segera  oleskan sabun colek ke bagian yang melepuh.Maka sang korban akan merasa rasa sakit yang dideritanya akan berkurang banyak. Selanjutnya segera cari tenaga medis atau RS terdekat untuk mendapat pertolongan lengkap.

Za//41/65/366 

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · kesehatan

Teknologi Perawatan Gigi Terbaru

Februari 3, 2008 · 1 Tanggapan

Perawatan gigi adalah sesuatu yang mengerikan buat sebagian besar orang, baik dewasa apalagi anak-anak.
  • Rasa sakit yang hebat menyerang saat sakit gigi
  • Informasi yang tidak benar mengenai perawatan gigi
  • Mitos tidak sopan bila membuka mulut lebar-lebar sehingga menimbulkan rasa malu dan sungkan memperlihatkan rongga mulut kepada orang lain
Ditambah lagi
  • Ruang kerja dengan unit gigi berkesan sebagai kursi panas
  • Perlengkapan atau peralatan metal yang berkesan “dingin”
  • Dokter gigi yang berpenampilan kakudan tidak informatif
adalah hal-hal yang menyebabkan kondisi tersebut.
Sementara, dengan derasnya arus informasi melalui berbagai media, pergerakan ekonomi – manusia – dan komunikasi yang menjadikan bumi ini demikian sempit, telah mendorong orang untuk lebih memperhatikan penampilan secara utuh, sehat lahir bathin yang terlihat jelas dari kesan pertama, yaitu senyum yang sehat.
Menilik hal-hal tersebut dalam sepuluh tahun terakhir ini telah hadir metode terbaru perawatan klinik gigi di Indonesia, yaitu dengan teknologi Laser.
laser-kerja-1.jpg
Laser adalah cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang dapat digunakan sebagai alat pemotong, baik itu jaringan lunak maupun jaringan keras seperti tulang dan gigi.
Keistimewaan metode ini adalah, karena laser merupakan cahayaapikoektomi-1.jpg atau energi yang dapat membakar, maka tindakan bedah dapat dilakukan dengan lebih sederhana tanpa anastesi dan hanya sedikit menyebabkan perdarahan. Dengan kata lain, perawatan dengan laser adalah perawatan yang “no pain, no blood and no shoot”.
Disamping itu, dengan sifat membakarnya, laser dapat membunuh bakteri yang tersembunyi di saluran akar, sehinggalaserworks2.jpg perawatan saluran akar yang semestinya dilakukan dalam beberapa kali kunjungan dipersingkat menjadi satu kali kunjungan saja.
Dengan demikian, hal-hal mengerikan yang selalu membayangi perawatan gigi terhapus tuntas.
Jadi kalau takut ke dokter gigi konvensional, silahkan datang ke klinik gigi laser, yang sudah ada di kota-kota besar Indonesia.
ZA//41/50/366

Kategori: Sehat Praktis · Tahukah Anda · kesehatan

Tamu di telinga

November 13, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pada saat bermain di luar rumah, kadang-kadang ada serangga yang salah alamat masuk ketelinga anak-anak, sehingga si anak pun panik dan menangis. Jangan terbawa suasana panik, lakukan hal-hal berikut.

Tenangkan anak. Jangan memasukan apapun kedalam telinganya, hal ini akan mendorong serangga masuk lebih jauh kedalam telinga. Untuk sesaat dia akan bertahan hanya sampai di posisi 1/3 bagian luar telinga karena adanya rambut halus telinga.

Ambil senter atau lampu meja kecil atau sumber cahaya yang tidak menimbulkan panas.

Arahkan ke dalam lubang telinga, tunggu dengan sabar. Serangga akan keluar dengan sendirinya, karena serangga selalu mencari sumber cahaya.

LR**

Kategori: Sehat Praktis · kesehatan

Dokter di Rumah

November 9, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tidak semua orang beruntung mempunyai seorang tenaga medis yang siap setiap saat di rumah, karena mereka adalah bagian dari keluarga, entah suami, istri, adik, kakak, Oom, Tante, keponakan, anak dan lainnya. Tetapi hal itu tidak berarti kita tidak dapat menangani kasus-kasus dadakan (emergency) yang dapat menyebabkan semakin buruknya kondisi penderita kasus.

Mulai dari tulisan pertama akan di uraikan dan dibahas kasus-kasus yang sering terjadi di dalam rumah, baik pada anak-anak maupun dewasa.

Kta mulai dari kelompok usia anak-anak yang sering sekali mengalami “peristiwa ajaib” yang mengakibatkan luka ataupun cidera ringan sampai berat.

Uraian akan di simpan dalam Halaman Sehat Praktis, setelah satu sampai dua minggu tulisan tayang. Masukan dan komentar dari teman dan sahabat sangat aku tunggu untuk memberikan informasi yang lebih baik.

Salam,

Liza Radityo.

Kategori: Sehat Praktis · kesehatan